PROSES LAHIR PEMERINTAHAN BANI UMAIYAH I
Bismillahirrohmanirrohim
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد
|
Nilai
Karakter |
Sikap tegas, berani dan cerdas, relgius, adil dan santun
“Berdiri kokoh
bani Umaiyah selama 92 tahun
tidak lepas dari
peran cerdas, tegas dan
berani Khalifah Muawiyah ketika menaklukan tiga wilayah strategis, Magribi, Byzantium dan
India. Ketika beliuw mendirikan
departemen duta dan ketika berani dan
tegas membeli profeional
adminstrasi keuangan dari Byzantium. Ketika Umar bin
Abdul Azis membuat kebijakan reigius dengan mengundang
masyarakat umum secara periodik utuk
dialog terbuka di
istanah”
|
Bani Umaiyah
1 berdiri pada
tahun 40 Hijriyah dengan cara
paksa oleh Muawiyah
bin Abi Sufyan di
Kota Illiyat waiyahah Yerusalim pada saat Ali
bin Abi Talib masih
menjadi khalifah yang
sah dari pemerintahan Khulafaurrasyidin
|
|
Pengantar |
“Muawiyah termasuk salah seorang sahabat nabi yang
cerdas, terbukti semasa nabi menerima wahyu selama 20 tahun lebih, Muawiyah
tercatat sebagai penulis wahyu sampai
nabi wafat tahun 1 H. Muawiyah berani menentang pemerintahan Ali dari
Khulafaurrasyidin yang keempat dengan cara memproklamirkan kekuasaan baru pada
saat khalifah Ali masih memerintah khulafaurrasyidin, sebagai khalifah
yang sah”
Bani Umaiyah I lahir di kota kecil Illiyat di
Wilayah Yerussalem tahun 40 H atau 662
Masehi oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dengan cara paksa, karena pada tahun itu
Ali bin
Abi Thalib masih memerintah dengan sah pada pemerintaan
Khulafaurrasyidin yang terakhir. Sistem
peralihan kepemimpinan monachi yang ditetapkan memicu konflik interna.
Silsilah Bani Umayah
Proses Lahir Pemerintahan Bani Umaiyah I
1.
Proses Lahirnya Bani Umaiyah 1
Lahirnya
bani Umaiyah I Damaskus tahun 40 hijriyah oleh Muawiyah bin Abi Sufyan di kota
kecil Illiyat di wilayah Yerussalem, diperkirakan oleh para pakar
sejarah sebagai sabotase terhadap pemerintahan Ali bin Abi Thalib dari
pemerintahan terakhir Khulafaurrasyidin. Karena pengangkatan Ali bin Abi talib
oleh mayoritas masyarakat Islam mengganti khalifah Usman tidak pernah disetujui
oleh pihak Muawiyah, maka berbagai cara yang dilakukan oleh Muawiyah untuk
menurunkan atau menghancurkan Ali bin Abi
Thalib dari pemerintahannya.
Salah satu caranya ialah Muawiyah dan kelompoknya
memfitnah Ali dengan menyebarkan isu bahwa Ali-lah yang ada di belakang terbunuhnya
Usman bin Afan. Isu ini termakan oleh beberapa pembesar di kalangan
umat Islam, seperti Siti Aisyah, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin
Ubaidillaah. Mereka mengumukan perang
terhadap Ali bin Abi Thalib
karena sewaktu mereka meminta pertanggung jawaban kalifah
Ali akan kematian Usman bin Afan, Ali dengan tegas mengtakan dia tidak tahu
menahu tentang kematian Usman. Mereka lalu
mengangkat perang terhadap Ali bin abi Thalib dengan tujuan memaksa Ali
unuk mengakai perbuatannya. Perang tersebut di sebut perang Jamal
karena Aisyah mengendarai unta pada saat memimpin perang. Kemenangan
perang berada dipihak Ali karena mayoritas masyarakat
Islam mendukung Ali bin Abi thalib.
Kelompok
Muawiyah tetap membuat propaganda untik menghancurkan pemerintahan Ali dengan
cara menghimpun kekuatan besar dengan
tujuaan menyerang Ali bin Abi Thalib. Tatangan Muawiyah di jawab oleh
Ali dengn mempersiapan pasukan dengan megangkat Abu Musa al Asyari sebagai penasehat spritul. Perang berkecamuk dan menelan banyak koraban di
antara kedua belah pihak yang bertikai. Perang tersebut dalam
sejarah dikenal dengan nama peran Sifein karena terjadi di wilayah kecil
Sifein, sebuah wilayah perbukitan antara Madinah dengan Damaskus. Kemenangan
perang berada di pihak Ali karena mayoritas masyarakat Islam mendukung khalifah
Ali bin Abi Thalib. Akan tetapi seperti
pada perang sebelumnya yaitu perang jamal, Muawiyah tidak peranah menerimah
kemenangan khaifah Ali bin Abi
Thalib. Sikap tidak mau menerimah kekalahan itu di wujudkan Muawiyah dengan mengajak damai khalifah Ali sampai
3 kali dengan cara membujuk dan merobek-robek al Qur’an.
Pada ahirnaya Ali mau berdamai karena
melihat al Qur’an di robek-robek olah
Muawiyah.
Sekenario
perdamaian diatur oleh Muawiyah atas ide Amru bin Ash, dan pra perdamaian
dilakukan antara Muawyah dengan Amruh
disatu pihak dan Ali dengan Musa Asyari
dipihak lawan . Pra perdamaian itu
menyepakati untuk besok pada saat perdamaian, Muawiyah dan Ali di
umumkan diturunkan dari jabatan khalifa
dan diangkat khalifah yang
baru atas pilihan masyarakat
Islam. Ternyata besoknya pada
saat perdamaian berlangsung pada
saat acara mengmumkan
menurunkan Muawiyah dan A li,
yang berdiri giliran pertama mengumumkan adalah Abu Musa
karena usianya lebih tua, dan dia mengumumkan bahwa
hari ini menurunkan Ali dari kekhlifaan. Smentara giliran kedua Amruh berdiri kemudian
mengumumkan bahwa karena Ali sudah di turunkan
dari khalifah , maka
saya mengumumkan Muawiyah
menjadi khalifah yang sah. Sekenaryo perdamaian
ini disebut Arbitrase
Sikap
damai Ali ternyata tidak memberi perdamaian yang sesunggunya
malah menambah sejarah panjang pertikaian Ali dengan Muawiyah. Kelompok Ali
justru pecah menjadi 3 kelompok
,khawarij yang menentang keras
terhadap perdamaian, syiah yang setuju
dengan sikap Ali dan murjiah yang
mengambil jalan tengah dengan sikap diam. Muawiyah memfungsikan kelompok keras
khawarij untuk membunuh khalifah Ali dan seorang pengikut garis keras
khawarij yang bernama Abdur Rahman bin Muljam pada
suatu pagi setelah sholat
shubuh menusuk khalifah Ali. Wafatnya Ali disambut oleh
pihak Muawiyah dengan suka
ria, karena dengan demikian bani
Umaiyah yang telah
diproklamirkan tahu yang lalu 40 hjriyah akan menjadi eksis dan
menjadi satu-stunya pemrintahan yang
sah dalam Islam.
Terimakasih,semoga dengan adanya materi ini bisa membantu belajar kami dan semoga ilmunya bermanfaat .
BalasHapus